DPAD Yogyakarta

NYONYA SITI MUNJIAH : TOKOH AISYIAH DALAM KONGRES PEREMPUAN INDO

 Artikel Perpustakaan  16 January 2014  Super Administrator  875  2773

Apabila  mengikuti Pergerakan Perempuan Indonesia dalam mencapai Indonesia merdeka, maka kita akan mengenal tokoh perempuan itu bernama Siti Munjiah. Untuk mengetahui siapa Siti Munjiah itu kami sajikan uraian sebagai berikut.

            Siti Munjiah adalah puteri Raden Kaji Lurah Hasyim, seorang abdi dalem  Bidang Keagamaan Kasultanan Yogyakarta pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Anak Raden Kaji Lurah Hasyim semua berjumlah 8 orang. Siti Munjiah adalah anak keenam dari delapan  bersaudara. Saudara kandung Siti Munjiah antara lain K.H. Fakhruddin dan Ki Bagus Hadikusumo..

            Siti Munjiah dibesarkan dalam lingkungan Kampung Kauman Yogyakarta yang dikenal orang sebagai kampung santri, sehingga lingkungan ini memberi pengaruh terbentuknya jiwa dan pribadi anak-anak muda tetrmasuk Siti Munjiah.. Masyarakat Kampung Kauman membiasakan anak-anaknya dari kecil terpimpin dan terbina dalam belajar agama Islam baik di langgar atau di Masjid Besar Yogyakarta.. Kebiasaan sejak kecil dalam  lingkungan muslim ini tampak dengan nyata pada Siti Munjiah yang tampil dalam Kongres Perempuan  Indonesia Pertama mewakili Aisyiyah.

            Lahirnya pembaharuan Islam yang dipelopori oleh Kiai HajiAhmad Dahlan membuka wawsan baru dan memberikan pengetahuan yang lebih luas lagi terhadap generasi muda pada zamannya. Kiai Haji Ahmad Dahlan dengan Organisasi Muhammadiyah telah membawa pembaharuan pemikiran umat Islam yang selama itu masih tabu terhadap pengetahuan berasal dari orang-orang Barat. Kiai Haji Ahmad Dahlan menyiapkan generasi angkatan mudanya, khusunya wanita juga mau mengembangkan pembaharuan pikirannya.. Karena itu Siti Munjiah dharapkan belajar agama di Madrasah Mualimat Muhammadiyah, sedang tiga orang lainnya Siti Umniah ( ibunya Muhammad Darban ), Siti Bariyah dan Siti Badilah diminta Kiai Haji hmad Dahlan untuk masuk kesekolah umum, yaitu HIS sekolah-sekolah Belanda. Dengan memperoleh pengetahuan yang bersifat umum dan  memperdalam ajaran gama Islam, maka apa yang diperoleh secara bersamaan dipindahkan  untuk menggerakkan dan mengembangkan Muhammadiyah khususnya bagian wanitanya.

Artikel Perpustakaan Lainnya

Abstrak artikel Abstrak artikel " Human issues of library and information work"
 7 March 2012  1276

Ter mengunggah artikel

KOTA YOGYAKARTA PERIODE REVOLUSI FISIK (1945-1950) KOTA YOGYAKARTA PERIODE REVOLUSI FISIK (1945-1950)
 16 January 2014  1664

Terdorong oleh bermacam-macam faktor, Pemerintah Republik Indonesia (Yogyakarta) menerbitakan Undang-Undang Tahun 1947 No. 17 yang...

Era Google, Pustakawan Terbelenggu Di Rak Buku Era Google, Pustakawan Terbelenggu Di Rak Buku
 28 January 2016  964

ABSTRAKSeorang pustakawan bernama Steve Barker menuliskan opini cukupmenggelitik di Wall Street Journal Eastern Edition yang...

PENGEMBANGAN KOLEKSI  DAN EKSPANSI SUBJEK GIZI PENGEMBANGAN KOLEKSI DAN EKSPANSI SUBJEK GIZI
 13 January 2016  1178

PENGEMBANGAN KOLEKSI DAN EKSPANSI SUBJEK GIZIA. PENDAHULUAN Ilmu kesehatan dan medis adalahsalah satu kluster ilmu...