DPAD Yogyakarta

OLEH-OLEH DARI JEPANG Suatu pengalaman ketika ditugaskanke Kyoto

 Artikel Perpustakaan  8 January 2014  Super Administrator  423  1544

Perpustakaan di Kyoto

Pada kunjungan  beberapa kampus di Jepang kami senantiasa melihat kondisi perpustakaannya untuk mengetahui seberapa besar perhatian pihak pengelola kampus terhadap fasilitas Perpustakaan yang dikelolanya.  Pada umumnya tidak jauh berbeda antara Perpustakaan kampus-kampus di Kyoto dengan Perpustakaan perguruan tinggi yang ada di Indonesia, suasana tenang, nyaman dan koleksinya relative lengkap dan ditunjang dengan Teknologi Informasi yang memadai.   Pada saat kami berkunjung ke Jepang  baru saja terjadi bencana yang menyebabkan instalasi  jaringan listrik bertenaga nuklir yang cukup besar terhantam Tsunami maka pasokan listrik di beberapa daerah menjadi terganggu, sebagai konsekuensinya semua  kantor termasuk kampus dihimbau untuk menghemat penggunaan listrik tak terkecuali kampus-kampus, oleh karena itu ruangan yang banyak menggunakan listrik seperti ruangan ber AC dan sebagainya kalau tidak diperlukan listrik dipadamkan, orang Jepang disiplin dengan himbauan tersebut.  Satu per satu kami amati ruangan-ruangan Perpustakaan tersebut, mulai dari layanan  di front office tak jauh berbeda dengan Perpustakaan kita, ruang layanan hanya dijaga oleh sedikit petugas untuk memberikan layanan kepada pemustaka dalam suasana yang tenang dan nyaman, kemudian kami melangkah ke ruang baca umumnya ruang baca terbagi minimal 2 (dua) kategori yaitu ruang baca individual yang memerlukan ketenangan untuk masyarakat yang memang membutuhkan suasana tenang dilengkapi dengan bangku yang tersekat setinggi orang duduk sehingga antar pemustaka bisa konsentrasi atau focus pada buku yang mereka baca. Sebagaimana kondisi di Indonesia ataupun di Yogyakarta bahwa koleksi pustaka umumnya ditulis dalam huruf Jepang, tidak begitu banyak buku-buku dalam bahasa asing kecuali untuk Perpustakaan pada fakultas bahasa.  Kategori berikutnya adalah ruang baca terbuka, ruang ini terbagi 2 (dua) yaitu bangku-bangku untuk meletakkan buku yang sedang dipinjam dan ruang untuk  akses internet secata umum.  Selanjutkan kami menuju pada ruang deposit , sebagaimana penataan ruangan deposit juga tidak jauh berbeda dengan Perpustakaan-perpustakaan kita namun ada yang menarik dari koleksi deposit di salah satu perguruan tinggi di Kyoto yaitu surat dari presiden Abraham Lincoln kalau tidak salah tersimpan rapi di salah satu sudut ruangan ditempatkan di almari kaca.

Artikel Perpustakaan Lainnya

Mengenal Walter Bentley Woodbury, Penemu dan Fotografer Pertama Mengenal Walter Bentley Woodbury, Penemu dan Fotografer Pertama
 16 December 2013  2783

 Mengenal Walter Bentley Woodbury Penemu dan Fotografer Pertama di Hindia Belanda Oleh: Wahyu Dona Pasa Sulendra, S.IP Walter...

MEMBEDAH KERAJAAN BISNIS YANG EFEKTIF DENGAN STRATEGI MANAJEMEN USAHA KECIL DAN MENENGAH MEMBEDAH KERAJAAN BISNIS YANG EFEKTIF DENGAN STRATEGI MANAJEMEN USAHA KECIL DAN MENENGAH
 7 April 2021  348

Dampak dari pandemi covid 19 saat ini terasa di banyak negara begitupun di Indonesia hampir diseluruh kabupaten dan provinsi...

Libraries Can Develop An Oral Tradition Libraries Can Develop An Oral Tradition
 5 January 2018  854

Oral tradition is a custom or an advancing custom inside a specificcommunity of society which is imparted and passed on from age...

STRATEGI PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN DESA/KELURAHAN STRATEGI PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN DESA/KELURAHAN
 15 January 2014  2995

Pembangunan Nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan seluruh masyarakat Indonesia, baik vang...