DPAD Yogyakarta

PEMBANGUNAN KRATON YOGYAKARTA

 Artikel Perpustakaan  16 January 2014  Super Administrator  763  1862

Pembangunan Kraton Yogyakarta diawali dengan adanya Perjanjian Gianti yang ditandatangani pada tanggal  13 Pebruari 1755 di Desa Gianti yang sekarang terletak di wilayah Kabupaten Karanganyar. Perjanjian in membagi  Matatam menjadi dua, ialah  Surakarta untuk Paku Buwono III dan Yogyakarta diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi   Setelah. Perjanjian Gianti  ditandatangani antara kedua belah pihak, maka Pangeran Mangkubuni secara resmi sebagai raja Keraton Yogyakarta dengan gelar Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Hingkang Sinuhun Kanjen Suktan Hamengku Buwono Senopati Ingalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatulah I. Untuk itu sebagai pusat keraton dibukalah Hutan Pabringan,dan pembangunan dimulai tanggal 7 Oktober 1755 M. Hutan Pabringan dipilih karena di tempat ini pernah menjadi kota kecil yang indah di mana ada istana pesanggrahan yang disebut Garjitawati. Pada waktu pemerintahan Paku Buwono II pesanggrahan ini diberi nama Ngayogyaka dan dipergunakan sebagai tempat pemerhentian jenazah para raja yang akan dimakamkan di Imogiri. Untuk mengabadikan tempat itu  , ibukota daerah Sultan Hamengku Buwono I diberi nama Ngayogyakarta, Ngayogyakarta terdiri dari dua  kata, yaitu Yogya dan Karta.Yogya berarti pantas,  terhormat,indah, bermartabat dan mulia. Karta berarti perbuatan, karya, amal. Dengan demikian Yogyakarta berarti tempat indah yang selalu bermartabat dan terhormat

            Soal pemberian nama dan  pemilihan tempat untuk ibukota kerajaan zaman dahulu telah disiapkan secara matang baik lahir maupun batin. Zaman dahulu untuk membangun keraton  bagi raja selalu diawali dengan penyelidikan saksama mengenai letak daerahnya, hawa udaranya , kesuburan daerah, keindahannya, keamanannya baik terhadap bencana alam maupun serangan musuh. Sri SultanHamengku Buwono I terkenal sebagai orang yang pandai dan ahli dalam hal membangun tentu juga telah mengadakan pengamatan lahir batin sebelum memerintahkan membangun Keraton Yogyakarta. Untuk penyelemggaraan pembangunan dan perhelatan pagelaran, alun-alun dan pasar itu mengandung makna simbolis. Demikian juga keberadaan GunungMerapi, keraton dan laut kidul itu mempunyai makna historis.

Artikel Perpustakaan Lainnya

MAJALAH DINDING ELEKTRONIK   (e-mading) MAJALAH DINDING ELEKTRONIK (e-mading)
 24 September 2013  9395

MAJALAH DINDING ELEKTRONIK  (e-mading)   oleh : SulistyadiA.    KONSEP UMUMKreativitas dapat ditemukan dalam setiap aspek...

200 Koran Online yang bisa anda baca 200 Koran Online yang bisa anda baca
 4 January 2018  1343

Berikut ini 200 koran online yang bisa anda akses untuk menambah informasi. 20 Minuten (Switzerland) 20...

Certification of Competence for Indonesian Librarians Certification of Competence for Indonesian Librarians
 5 January 2018  353

In this paper will bereviewed about the ability and competence of Indonesian librarian. The methodutilized in this paper is...

Agrowisata Buah Mangunan  Kecamatan Dlingo Bantul Yogyakarta Agrowisata Buah Mangunan Kecamatan Dlingo Bantul Yogyakarta
 31 December 2013  2922

Agrowisata buah Mangunan atau yang dikenal dengan Kebun Buah Mangunan ini tepatnya terletak di Dusun Mangunan, Desa Mangunan,...