DPAD Yogyakarta

Bedah Buku Strategi Pengelolaan Perpustakaan Desa

 Perpustakaan  31 May 2018  AdminWB  325
Bedah Buku Strategi Pengelolaan Perpustakaan Desa

BANTUL – Untuk membangun karakter anak bangsa melalui gemar membaca dengan memberdayakan perpustakaan desa, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY Rabu (30/5) menggelar bedah buku berjudul “Strategi Pengelolaan Perpustakaan Desa”. Bertempat di Auditorium Grhatama Pustaka, dalam bedah buku ini sekaligus para pemenang Lomba Perpustakaan Desa tingkat Provinsi DIY. Dari delapan desa yang mewakili masing-masing kabupaten, terpilih lima pemenang. Juara pertama diraih oleh perpustakaan desa Wukirsari Bantul, kedua yakni Sumber Ilmu Balecatur Sleman, ketiga Perpustakaan Pena Sumberharjo Prambanan. Sedangkan untuk juara harapan satu yakni Pustaka Hargorejo Kokap Kulonprogo, dan harapan dua oleh Perpustakaan Indika Sarirejo Gunungkidul.

“Saya bangga sekaligus trenyuh karena semua berlomba-lomba untuk bisa menjadi juara,” ungkap Kepala BPAD DIJ Monika Nur Lastiyani. Monika berharap performa perpustakaan desa dapat terus ditingkatkan, sampai ke tingkat nasional. Menurutnya, setiap perpustakaan harus memiliki pemetaan keunggulan. “Prestasi yang diraih DIY harus dipertahankan, karena tantangannya semakin berat,” pesannya.

Sarwono selaku juri dan Ketua Persatuan Kkatan Pustakawan Indonesia DIY mengatakan, lomba perpustakaan penting untuk melihat sejauh mana manfaatnya untuk orang lain. “Antarperpustakaan perlu saling mengunjungi,” ujarnya. Dia menambahkan, peran kepala desa juga sangat penting untuk kemajuan perpustakaan desa.

Penilaian perpustakaan desa meliputi kelembagaan, gedung, perabot dan perlengkapan, tenaga pengelola, koleksi, layanan, anggaran, kerja sama dengan pihak lain, promosi, dan hasil kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Koleksi harus lebih dari 1.000 judul dan diolah sesuai standar klasifikasi. Layanan minimal 35 jam perminggu dengan jumlah pengelola setidaknya 3 orang minimal berpendidikan SLTA,” beber Susilo Widodo, Penulis buku sekaligus Kepala Perpustakaan Desa Widodo, Widodomartani, Ngemplak Sleman

Dia mengungkapkan bukunya ditulis untuk memberi gambaran tentang perpustakaan desa yang ideal. “Kalau kendala biasanya di buku masih kurang, belum standard. Kedua pengelolaan, susah cari relawan yang konsentrasi di bidang itu,” jelasnya. Susilo menambahkan, kendala yang paling utama adalah jika minat baca warga setempat masih kurang.

Sumber : radarjogja.co.id

Perpustakaan Lainnya

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, BPAD DIY Adakan Bedah Buku Kewirausahaan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, BPAD DIY Adakan Bedah Buku Kewirausahaan
 12 October 2017  323

Sebagai bentuk upaya meningkatkan minat baca masyarakat Jogja, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY mengadakan acara...

Para Peserta Lomba Memohon Doa Restu dari Paku Alam X Para Peserta Lomba Memohon Doa Restu dari Paku Alam X
 12 August 2016  408

Kamis (11-08-2016), KepalaBPAD DIY Budi Wibowo. SH,.MM mendampingi peserta lomba Perpustakaan Desa, PerpustakaanSekolah,...

KUNJUNGAN PGTK KHALIFAH KE RUMAH BELAJAR MODERN KUNJUNGAN PGTK KHALIFAH KE RUMAH BELAJAR MODERN
 6 September 2016  520

Selasa, 06September 2016 Rumah Belajar Modern yang biasa digunakan sebagai tempat wisataedukasi untuk anak-anak, baik itu dari...

Kreatifitas Kreasi Box Hias di Rumah Belajar Modern Kreatifitas Kreasi Box Hias di Rumah Belajar Modern
 16 March 2018  154

Jumat, 16 Maret 2018 Rumah Belajar Modern kembali mengadakan kreatifitas yang diikuti oleh warga setempat. Kali ini Rumah Belajar...