DPAD Yogyakarta

Pameran Arsip

 Kearsipan  30 July 2021  Layanan Arsip  277
Pameran Arsip

Beberapa Foto menggambarkan kegiatan upacara penghormatan terkait jatuhnya Pesawat Dakota XT-GLA di Ngoto Yogyakarta pada tanggal 30 Juli 1947 Pesawat dikemudikan oleh penerbang berkebangsaan Australia ex wing commander bernama Alaxander Noel Constantine sebagai kapten pilot. Dan ex squadron leader berkebangsaan Inggris bernama Roy L.C. Hazlehurst sebagai co-pilot. Awak pesawat lainnya adalah Kapten Udara Adisumarmo Wiryokusumo sebagai juru radio dan Bida Raham berkebangsaan India sebagai juru teknik udara. Adapun penumpangnya terdiri dari Komodor Muda Udara Agustinus Adisucipto dan Komodor Muda Udara Abdulrachman Saleh yang baru pulang dari tugas belajar memperdalam teknik penerbangan ke India dan Pakistan, serta Nyonya Beryl Constantine. Ditambah dua orang Indonesia yang bertugas membeli senjata dari Singapura yaitu Abdul Gani Handonocokro dan Zainul Arifin.

Sejak lepas landas dengan memakai atribut palang merah internasional pesawat terbang dengan aman. Pukul 17.45 WIB pesawat terbang rendah dan mengitari lapangan terbang Maguwo untuk mencari posisi yang baik untuk mendarat. Tetapi tiba-tiba muncul pesawat Belanda Kitty Hawk P-40 dan langsung menembak pesawat Datkota VT-CLA. Akibatnya pesawat kehilangan keseimbangan dan jatuh di wilayah Desa Jatikarang, Kelurahan Tamanan, Kapanewon Gondowulung, Kabupaten Bantul. Sebagian besar obat-obatan hasil sumbangan Palang Merah Malaya habis terbakar. Satu-satunya korban yang selamat adalah Abdul Gani Handonocokro. Yang lain tidak dapat diselamatkan.

Pada tanggal 30 Juli 1947 jenazah para korban segera dimakamkan. Sebelum dimakamkan terlebih dulu disemayamkan di Hotel Tugu Yogyakarta untuk mendapat penghormatan terakhir. Hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Pertahanan merangkap Perdana Menteri Mr. Amir Syarifuddin, Pangsar Soedirman, Komodor Suryadi Suryadarma, Ir. Juanda, Sri Paku Alam VIII, Ny. Hatta, dan Ny. Suryadarma. Sebelum dimakamkan para korban diadakan upacara menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Komodor Muda Udara Agustinus Adisucipto menerima pemberkatan jenazah di gereja St. Fransiscus Xaverius Kidul Loji Jl. Panembahan Senopati Yogyakarta. Selanjutnya dimakamkan di Pemakaman Umum Pakuncen.

Dalam upacara penghormatan, pemerintah melalui sambutan yang diwakili oleh Mr.Amir Syarifuddin menaikkan pangkat anumerta kepada para korban Dakota satu tingkat di atasnya yaitu Komodor Udara Adisucipto dan Prof. Dr. Abdurakhman Saleh menjadi Laksamana Muda Udara Anumnerta, sedangkan Letnan Udara I Adisumarmo Wiyokusumo menjadi Kapten Udara Anumerta. Untuk mengenang peristiwa tersebut maka di daerah tempat jatuhnya pesawat VT-CLA tersebut didirikan sebuah monumen yang dikenal dengan nama Monumen Ngoto atau Tugu Ngoto

Kearsipan Lainnya

Sejarah Singkat Daerah Istimewa Yogyakarta Sejarah Singkat Daerah Istimewa Yogyakarta
 1 March 2018  32975

Daerah Istimewa Yogyakarta atau biasa disingkat dengan DIY adalah salah satu daerah otonom setingkat provinsi yang ada di...

Pameran Arsip Pameran Arsip
 2 September 2021  305

Arsip terkait Laporan Bidang Pemilu pada Konferensi Gubernur KDH se-Indonesia yang terjadi pada tanggal 2 September pada tahun...

Pameran Virtual Pameran Virtual
 17 August 2021  209

Jumat 17 Agustus 1945, hari masih subuh dan rumah di Jalan Pegangsaan Timur 56 masih sepi. Si empunya rumah Soekarno masih...

KEBIJAKAN DI BIDANG KEARSIPAN 2018 KEBIJAKAN DI BIDANG KEARSIPAN 2018
 2 July 2018  931

Silahkan download file KEBIJAKAN DI BIDANG KEARSIPAN 2018 disini